Resume pertemuan 5 Pendidikan Agama

مَعْنَى اْلإِلَهِ

Kandungan Kata “Ilah”

 

Kata ILAH

  • Terdiri atas tiga hurup: alif, laam, dan haa
  • Kalau merujuk ke kamus besar bahasa Arab maka ALIHA itu memiliki beberapa arti
    • Tenang/tentram (سَكَنَ إِلَيْهِ)
    • Memohon perlindungan (اِسْتَجَارَ بِهِ)
    • Yang dituju karena rindunya (اِشْتَاقَ إِلَيْهِ)
    • Paling dicintai/dirindukan (وُلِعَ بِهِ)
    • Mengabdi (عَبَدَهُ)

 

Tenang/Tentram (سَكَنَ إِلَيْهِ)

  • Berarti لاإله إلاالله maknanya “tidak ada yang dapat memberikan ketenangan dan ketentraman kecuali Allah”
  • Seorang Muslim harus yakin bahwa tidak ada yang dapat menenangkan dan menentramkan kecuali menjalin hubungan dengan Allah

 

Memohon Perlindungan (اِسْتَجَارَ بِهِ)

  • Berarti لاإله إلاالله maknanya “tidak ada yang dapat memberikan perlindungan kecuali Allah”
  • Hadits: meski semua makhluk melindungi seseorang tapi Allah hendak menimpakan bencana, maka akan tertimpa bencana. Begitu pula sebaliknya

 

Yang Dituju Karena Rindunya (اِشْتَاقَ إِلَيْهِ)

  • Berarti لاإله إلاالله maknanya “tidak ada yang dituju karena rindunya kecuali Allah”
  • اللهُ غَايَتُنَا Allah tujuan kami

 

Paling Dicintai/Dirindukan (وُلِعَ بِهِ)

  • Berarti لاإله إلاالله maknanya “tidak ada yang dicintai atau dirindukan kecuali Allah”
  • Boleh kita cinta anak, harta, dan yang lainnya, tapi yang paling dcintai haruslah Allah
  • Kenapa cintai tertinggi harus kepada Allah?
    • Karena tabiat cinta itu menuntut pengorbanan
    • Menuruti tuntutan anak, istri, dan lainnya tidak boleh bertentangan dengan Allah

 

Mengabdi (عَبَدَهُ)

  • Ini arti ilah yang merangkum semua arti ilah di atas
  • Karena mengabdi berarti
    • Merasa tenang
    • Minta perlindungan
    • Menuju karena rindunya
    • Mencintai
  • Berarti لاإله إلاالله maknanya “tidak ada yang berhak diabdi kecuali Allah”

 

Tuntutan Pengabdian

  • Pengabdian itu tercapai kalau dilakukan dengan
    • Sempurna dalam mencintai (كَمَالُ الْمَحَبَّةِ)
      • Merasa asyik bersamanya
      • Berlama-lama bersamanya
    • Sempurna dalam menghinakan diri (كَمَالُ التَّذَلُّلِ)
      • Kerendahan yang paling rendah adalah saat sujud

 

Ilah itu X

  • Dari keterangan arti ilah secara bahasa, maka ilah itu bisa apa saja à ilah itu X
  • X jadi ilah kalau
    • Diharapkan (اَلْمَرْغُوْبُ) karunia dan pahalanya atas segala jerih payahnya
    • Ditakuti (اَلْمَرْهُوْبُ) siksanya (intimidasi, teror, ancaman); X biasanya punya fasilitas dunia
    • Diikuti (اَلْمَتْبُوْعُ) perintah dan larangannya yang bertentangan dengan Allah (42:21 à X buat syariat lalu diikuti, X = ilah)
    • Dicintai (اَلْمَحْبُوْبُ) sama atau lebih tinggi dari pada cintanya kepada Allah

 

Setia (اَلْوَلاَءُ)

  • إِلاَّ fungsi sebagai pengecualian (الإِسْتِثْنَاءُ) tapi karena ada لا (meniadakan) maka fungsinya sebagai اَلإِثْبَاتُ (mengokohkan)
  • اَلله adalah Dzat yang dikokohkan (اَلْمُثْبَتُ)

Keduanya mengandungkan maksud agar kita memberikan kesetiaan kita hanya kepada Allah semata (اَلْوَلاَءُ)

 

Maksud اَلْوَلاَءُ

  • Seperti al-Bara, maka al-Wala juga mengandung empat unsur
    • Mematuhi (اَلطَّاعَةُ)
    • Mencintai (اَلْمَحَبَّةُ)
    • Menolong (اَلنَّصْرةُ)
    • Dekat (اَلْقُرْبُ)
  • Setia dan loyal kepada Allah disertai ketaatan, cinta, pertolongan dan kedekatan kepadaNya

 

Menghancurkan (اَلْهَدْمُ)

  • Kalau kita memusuhi dan membencinya, maka pasti kita tidak ingin lagi ia wujud
  • Maka akan menghancurkannya, dengan penghancuran total, sampai ke akar-akarnya!

 

Membina (اَلْبِنَاءُ)

  • Kalau kita mencintaiNya, mentaatiNya, menolongNya dan selalu ingin dekat denganNya, maka tentu kita akan terus membina kesucianNya
  • Siapa pun yang hendak menggangguNya, maka kita siap maju pantang mundur membelaNya
  • Kita siap menjadi tentaraNya

 

IKHLAS

  • Ikhlas tercapai manakala semua ilah lain selain Allah dihancurkan, hanya Allah saja yang dikokohkan
  • Seorang yang baik لاإله إلاالله –nya, maka pasti akan menjadi MUKHLIS
  • Ini juga berarti hanya orang ikhlas sajalah yang bisa membangun, sementara yang lainnya pasti melakukan kerusakan (2:11-12)

 

Tentara Fikrah dan Akidah

  • Imam Syahid Hasan al-Banna mengartikan ikhlas dengan menjadi tentara fikrah dan akidah (جُنْدِي فِكْرَة وَعَقِيْدَة )

Setiap kata-kata, aktivitas, dan jihadnya, semua harus dimaksudkan semata-mata untuk mencari ridha Allah dan pahala-Nya, tanpa mempertimbangkan aspek kekayaan, penampilan, pangkat, gelar, kemajuan, atau keterbelakangan

 

Syarat Orang Beriman Jadi Wali

  • Orang-orang beriman yang bisa berikan kepadanya wala kita memiliki syarat-syarat:
    • Mendirikan shalat
    • Menunaikan zakat
    • Tunduk (kepada Allah)

 

Syahadatain vs Ideologi Jahiliyah

  • Ungkapan, pernyataan, ketetapan, dan konsepsi Islam yang bersih itu bersumber dari syahadatain
  • Sedangkan Non-Islam berasal dari pemikiran-pemikiran atau ideologi jahiliyah
    • Ideologi yang tumbuh dari tumpukan dosa-dosa
    • Padahal dosa itu menimbulkan bintik hitam (نُكْتَةٌ سَوْدَاءُ) dalam hati (83:14)
    • Apabila tidak dibersihkan dengan taubat, maka akan menutupi hati (2:7)
    • Akhirnya dosa itu ditetapkan sebagai hukum

 

Hadits Nuktah Sauda

ِنَّ الْعَبْدَ إِذَا أَخْطَأَ خَطِيئَةً نُكِتَتْ فِي قَلْبِهِ نُكْتَةٌ سَوْدَاءُ فَإِذَا هُوَ نَزَعَ وَاسْتَغْفَرَ وَتَابَ سُقِلَ قَلْبُهُ وَإِنْ عَادَ زِيدَ فِيهَا حَتَّى تَعْلُوَ قَلْبَهُ وَهُوَ الرَّانُ الَّذِي ذَكَرَ اللَّهُ { كَلَّا بَلْ رَانَ عَلَى قُلُوبِهِمْ مَا كَانُوا يَكْسِبُونَ }

“Sesungguhnya hamba apabila melakukan kesalahan, maka dititikkan di dalam hatinya titik hitam. Apabila dia menghilangkan dan beristighfar serta bertaubat, maka bersihlah hatinya. Apabila kembali (berdosa) ditambahlah noda hitam dalam hatinya hingga menutupinya. Itulah “rona” yang disebutkan Allah [83:14]” (HR Tirmidzi)

 

وَقَالُوا مَا هِيَ إِلَّا حَيَاتُنَا الدُّنْيَا نَمُوتُ وَنَحْيَا وَمَا

يُهْلِكُنَا إِلَّا الدَّهْرُ وَمَا لَهُمْ بِذَلِكَ مِنْ عِلْمٍ إِنْ هُمْ إِلَّا يَظُنُّونَ

Dan mereka berkata: “Kehidupan ini tidak lain hanyalah kehidupan di dunia saja, kita mati dan kita hidup dan tidak ada yang membinasakan kita selain masa”, dan mereka sekali-kali tidak mempunyai pengetahuan tentang itu, mereka tidak lain hanyalah menduga-duga saja.

  • Ada 4 kesalahan konsep yang didasarkan pemikiran jahiliyah
    • Hidup hanya di dunia
    • Hidup dan mati karena lifetime (waktu)
    • Mereka jahiliyah (tidak memiliki ilmu tentang kehidupan)
    • Dasarnya bukan ilmu tapi dugaan saja

مَرَاحِلُ التَّفَاعُلِ بِالشَّهَادَتَيْنِ

Tahapan Berinteraksi Dengan Syahadatain

 

Cinta yang Dituntut (مُقْتَضَيَاتُ الحُبِّ)

  • Cinta yang sempurna (كَمَالُ الحُبِّ)
  • Mencintai apa yang dicintai Allah dan RasulNya (مَحَبَّةُ مَا أَحَبَّهُ اللهُ وَرَسُوْلُهُ)

Membenci apa yang dibenci Allah dan RasulNya (بُغْضُ مَا أَبْغَضُهُ اللهُ وَرَسُوْلُهُ)

 

 

Ridho (اَلرِّضَى)

  • Kalau cintanya sangat tinggi, tentu dia akan RIDHO
  • Apapun yang dikehendaki oleh yang dicintai tentu ia ridho menerimanya
  • Siapa yang harus kita ridhoi?
    • Allah sebagai Robb kita
    • Islam sebagai agama kita
    • Muhammad SAW sebagai Nabi dan Rasul kita

 

Bermula dari Ridho kepada Allah

  • Kalau kita ridho kepada Allah, maka harus ridho kepada agama yang telah diturunkan oleh Allah (ISLAM)
  • Ridho kepada Islam menuntut untuk ridho kepada yang membawa Islam, yakni Muhammad SAW sebagai nabi dan Rasul
  • Ridho kepada Allah juga berarti harus ridho kepada orang yang diutus oleh Allah, yaitu Muhammad SAW

 

Hadits Ridho

َاقَ طَعْمَ الْإِيمَانِ مَنْ رَضِيَ بِاللَّهِ رَبًّا وَبِالْإِسْلَامِ دِينًا وَبِمُحَمَّدٍ رَسُولًا

“Akan merasakan kelezatan iman, orang yang ridho Allah sebagai Robb, Islam sebagai agama, dan Muhammad sebagai Rasul” (HR Muslim)

 

JASAD (جَسَدًا)

  • Jasad yang tershibghah dengan shibghah Allah akan AKTIF DENGAN AMAL ISLAMI (عَمَلاً)
  • Tidak pasif dan malas
  • Perumpamaan: seperti pohon yang terus-menerus berbuah tanpa kenal musim (14:24-25)

 

Satu atau Dua Bulan

  • Kadang-kadang seorang Al-Akh menghabiskan waktu satu atau dua bulan di tempat yang jauh dari keluarga, rumah, istri, dan anak-anaknya untuk berdakwah.
  • Di malam hari ia menjadi penceramah, sedangkan di siang hari menjadi perantau.
  • Sehari berada di bukit, hari berikutnya sudah di lembah.
  • Ia menyampaikan enam puluh kali ceramah dari wilayah di ujung timur sampai di ujung barat.
  • Acara-acara itu kadang-kadang mampu menghadirkan ribuan orang dari berbagai kalangan dan penjuru.

Namun, ia selalu berpesan agar hal itu tidak disiar-siarkan.

 

Syahadatain untuk Perubahan (التَّغْيِيْرُ)

  • Syahadatain yang benar mampu merubah seseorang: berubah menjadi pribadi baru
  • Berubah dari pribadi biasa menjadi PRIBADI YANG ISLAMI (الشَّخْصِيَّةُ الإِسْلاَمِيَّةُ)
    • Pribadi yang diwarnai dengan warna syahadatain
    • Pribadi yang punya sikap hidup tauhid
  • Perubahan dimulai dari syahadatain, bukan dengan yang lain

 

by : Moh Triyanto

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s